Melengkapi koleksi mushalanya ‘Kang Bayu’, kebetulan jumat kemarin (16 Des 2005) saat saya nonton ‘Harry Potter and The Goblet of Fire’ di Mal Cijantung, sehabis ngantri tiket saya berniat solat lohor.
Saya udah ngebayangin harus turun lagi ke basemen, karena biasanya kan mushala mal letaknya di parkiran, nggak nyaman, dan bau. Tapi Alhamdulillah ketika saya bertanya sama security 21, ternyata mushala (masjid) mereka letaknya di lantai 4 juga. Saya tinggal berjalan keluar 21 dan lurus aja, dekat lift. Di sanalah masjid mereka berdiri.
Subhanallah… saya sempat terkagum-kagum melihat masjid dalam mal ini, besar, bersih, dan sejuk pula, karena ada teras-terasnya. Tempat wudhunya juga bagus dan bersih (lihat foto). Karpetnya pun bersih, nggak bau, nggak basah. Intinya masjid ini cukup terawat. Saya nggak ngerti apakah masjid ini baru dibangun ato udah lama, karena saya jarang ke mal Cijantung ini, jadi baru lihat.
Saya pun lantas teringat koleksi mushalanya Kang Bayu dan tergerak untuk mengulasnya pula di Multiply ini. Nggak tahu deh apa Kang Bayu sudah mengulas mushala Mal Cijantung ini (udah belum, Kang? Moga-moga belum, jadi hasil kerja saya nggak sia-sia, neh).
Sebenarnya sih saya bawa camera digital, but… nggak pede juga motretnya, takut jadi pusat perhatian pengunjung. Dari pada pusing, saya manfaatkan saja kamera HP. Jadilah saya keluarkan Sony Ericsson K700i dan pura-pura sms kale’ lalu mulai memotret arah mimbar, tempat wudhu, dan lorong menuju masjid. Maaf kalo hasilnya kurang memuaskan. Tapi…gimana… bagus kan masjidnya? Bikin kita pengen sholat atau leha-leha di sana. Nggak heran banyak juga yang terkapar di sana, he he… Sejuk deh asli, karena langit-langitnya tinggi dan jendela-jendelanya juga dibuka, jadi angin sepoi-sepoi pada masuk.
***